Berita
| PARIS: Penyuluhan Anti Rokok untuk Indonesia Bebas Tuberkulosis |
| 2025-12-02 | 42 view |
Surabaya, 28 November 2025 — Direktorat Standardisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif menyelenggarakan Penyuluhan Anti Rokok untuk Indonesia Bebas Tuberkulosis (PARIS) kepada generasi muda siswa dan siswi SMA di Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Gedung Graha Ilmu Yayasan Kepharmasian, Surabaya, dengan mengundang perwakilan dari 5 (lima) SMA di Surabaya yaitu SMA Al Falah Ketintang, SMA Kartika Wijaya Surabaya, SMA Kemala Bhayangkari Surabaya, SMA Widya Darma Surabaya, dan SMK Farmasi Surabaya. Kegiatan ini diselenggarakan dengan konsep acara talk show dengan mengundang 3 (tiga) narasumber yaitu dr. Faridha Cahyani, MARS (Kepala Seksi Pencegahan & Pengendalian Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur), Daryani, S.Si., M.Sc. (Ketua Tim Informasi Produk Tembakau - Direktorat Pengawasan Keamanan, Mutu, Ekspor dan Impor Obat, NPPZA Badan POM), dan Priharika Septyowati, S.Si, Apt, MKM (Ketua Tim Standardisasi Produksi dan Distribusi Obat, Bahan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Informasi Produk Tembakau - Direktorat Standardisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif Badan POM). Pada talk show ini dibahas mengenai tuberkulosis (TB), data perokok di Indonesia, dampak merokok bagi kesehatan, keterkaitan rokok dengan TB, serta peran Badan POM dalam pengawasan produk tembakau dan rokok elektronik di Indonesia. Rokok yang dibahas pada talk show tidak hanya rokok konvensional, melainkan juga rokok elektronik (vape) yang juga memiliki dampak berbahaya bagi kesehatan. Perokok, baik perokok aktif maupun perokok pasif, memiliki risiko yang lebih tinggi terkena TB ketika terpapar oleh Mycobacterium tuberculosis dibandingkan dengan non-perokok. Asap rokok dapat merusak mekanisme pertahanan paru, memengaruhi fungsi paru dan merusak mukosa saluran napas sehingga meningkatkan kerentanan terhadap TB. Pajanan asap rokok juga berpengaruh terhadap kolonisasi bakteri. Nikotin yang terkandung di dalam rokok konvensional dan elektronik menyebabkan kecanduan dan euforia serta dapat merusak saraf, berbahaya bagi perkembangan otak dan kesehatan mental. Tar yang berasal dari hasil pembakaran tembakau bersifat karsinogenik, artinya dapat memicu pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh. Propilen glikol dan vegetable glycerin yang digunakan sebagai pelarut rokok elektronik menghasilkan formaldehida (karsinogen) dan hemiasetal (menyebabkan efek kardiovaskular dan kerusakan mukosa paru) ketika dipanaskan. Flavoring agent yang digunakan pada rokok elektronik dapat menghasilkan zat yang bersifat karsinogenik ketika berubah menjadi aerosol. Selain itu, vape perlu diwaspadai karena adanya risiko penambahan narkotika di vape. BNN menemukan adanya kandungan etomidate dalam vape yang diperiksa. Etomidate merupakan anestesi yang digunakan secara intravena, yang saat ini sedang berproses untuk ditetapkan sebagai golongan narkotika . Badan POM, berdasarkan Peraturan Badan POM No. 18 Tahun 2025 tentang Pengawasan Produk Tembakau dan Rokok Elektronik, memiliki kewenangan pengawasan produk tembakau meliputi pengawasan terkait kandungan kadar nikotin dan tar, daftar bahan tambahan yang dilarang, informasi pada label setiap kemasan, dan pencantuman peringatan kesehatan. Produk tembakau yang menjadi objek pengawasan antara lain rokok; cerutu; rokok daun; tembakau iris; tembakau padat dan cair; dan hasil pengolahan tembakau lainnya. Kegiatan sosialisasi kepada Gen Z, khususnya siswa Sekolah Menengah Atas di Kota Surabaya, menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman terkait bahaya merokok sejak dini dan dampak rokok terhadap peningkatan risiko terinfeksi penyakit TB. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mendorong generasi muda (gen Z) untuk berperilaku hidup sehat dengan memilih gaya hidup tanpa rokok dan meningkatkan pemahaman terkait bahaya rokok, tidak hanya memahami bahaya rokok konvensional, tetapi juga bahaya rokok elektronik (vape) yang menjadi tren gaya hidup di kalangan remaja saat ini. Antusiasme para siswa dalam mengikuti rangkaian kegiatan ini terlihat sangat tinggi. Beragam pertanyaan yang diajukan menunjukkan rasa ingin tahu serta kepedulian mereka terhadap isu kesehatan, khususnya bahaya rokok dan kaitannya dengan TB. Respon positif ini mencerminkan komitmen generasi muda untuk menjauhi rokok sebagai gaya hidup, sekaligus menjadi dukungan nyata bagi upaya mewujudkan Indonesia bebas TB.
|
|
|
Berita Lainnya
|
Polling
Ikuti Kami
1 500 533
Direktorat Standardisasi Obat dan NAPPZA
Gedung Batik Lantai 1
Jl. Percetakan Negara No.23 Jakarta
Pusat 10560 Indonesia.
Copyright © 2026 Direktorat Standardisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif All Rights Reserved